GUNDIH, GROBOGAN RAYA (01/04/2026) | Administratur Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Gundih, Haris Setiana, mempererat kerja sama dengan Komando Distrik Militer (Kodim) 0717/Grobogan dalam rangka menekan angka Gangguan Keamanan Hutan (Gukamhut) di wilayah Grobogan, Rabu (01/04). Langkah ini ditujukan untuk memperkuat pengamanan aset negara dan mencegah praktik pembalakan liar atau illegal logging.
Administratur KPH Gundih, Haris Setiana, melakukan kunjungan langsung kepada Komandan Distrik Militer (Dandim) 0717/Grobogan, Letkol Inf Wefri Sandiyanto. Pertemuan tersebut membahas pemetaan wilayah rawan, efektivitas pengawasan, serta strategi pengamanan agar pengelolaan sumber daya hutan tetap berkelanjutan.
“Dukungan TNI sangat vital untuk menciptakan kondisi hutan yang kondusif. Personel militer memiliki kemampuan teritorial yang membantu petugas Perhutani dalam mengidentifikasi potensi gangguan sejak dini. Sinergi ini diharapkan mempercepat penanganan berbagai potensi gangguan melalui pengawasan yang lebih intensif,” jelas Haris Setiana.
Komandan Distrik Militer (Dandim) 0717/Grobogan, Letkol Inf Wefri Sandiyanto, menegaskan komitmennya untuk menerjunkan personel TNI dalam patroli gabungan serta menekankan pentingnya komunikasi dua arah di lapangan agar setiap indikasi pelanggaran hukum dapat segera diantisipasi.
“TNI siap bersinergi, baik melalui patroli fisik maupun pendekatan sosial kemasyarakatan demi menjaga kelestarian hutan,” ujarnya.
Selain penguatan keamanan fisik, kedua pihak sepakat mengedepankan pendekatan preventif. Pemberdayaan masyarakat sekitar kawasan hutan menjadi prioritas utama untuk mengurangi risiko pelanggaran hukum. Beberapa poin kesepakatan meliputi patroli rutin gabungan, pemberdayaan masyarakat, dan aksi sosial.
Dengan keterlibatan aktif masyarakat, KPH Gundih dan Kodim 0717/Grobogan berharap stabilitas wilayah dapat terjaga. Pendekatan ini tidak hanya memastikan ekosistem hutan terlindungi secara hukum, tetapi juga terjaga secara alami untuk jangka panjang, sekaligus membangun rasa memiliki masyarakat terhadap hutan. (Gdh/Dwi)
Editor: Aris
Copyright © 2026