
KEDU UTARA, PERHUTANI (04/12/2025) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara turut berpartisipasi dan memberikan dukungan dalam kegiatan penanaman pohon di kawasan sabuk hijau Bendungan Bener, bertempat di Dusun Burat, Kecamatan Kepil, Kabupaten Wonosobo, Kamis (04/12). Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Lingkungan Hidup Tahun Anggaran 2025 Kabupaten Wonosobo yang diselenggarakan oleh JATUBU Wonosobo.
Acara tersebut dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Wonosobo, Forkopimcam Kepil, Komandan Kodim 0707/Wonosobo, perwakilan Bupati Wonosobo melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat (Kesbang Linmas), serta Ketua JATUBU Wonosobo sebagai penanggung jawab kegiatan.
Administratur KPH Kedu Utara melalui Kepala BKPH Wonosobo, Yossy Elfirani, menyampaikan bahwa penanaman pohon di kawasan sabuk hijau Bendungan Bener memiliki peran penting dalam menjaga fungsi daerah resapan air dan stabilitas lingkungan sekitar.
“Perhutani berkomitmen mendukung upaya konservasi dan siap bersinergi dengan pemerintah daerah, TNI, dan masyarakat. Penanaman ini harus berkelanjutan sampai pada tahap pemeliharaan tanaman sehingga manfaatnya benar-benar dapat dirasakan,” ungkapnya.
Camat Kepil, Eko Pramono, menambahkan bahwa kegiatan penghijauan dilakukan serentak di tiga desa sebagai upaya meningkatkan kembali keseimbangan lingkungan yang mulai terdampak perubahan iklim.
“Kita ingin mengembalikan kesejukan alam dan memperkuat gerakan menghijaukan wilayah Kepil. Sinergi seluruh pihak merupakan kekuatan terbesar dalam menjaga alam,” ujarnya.
Sementara itu, pesan Bupati Wonosobo yang disampaikan oleh Kepala Kesbang Linmas, Agus Kristiyono, menekankan bahwa pelestarian alam adalah tanggung jawab bersama. ASN Kabupaten Wonosobo juga diwajibkan membawa bibit pohon pada peringatan Hari Korpri sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan.
Dandim 0707/Wonosobo, Letkol Inf Yoyok Suyitno, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan penanaman pohon sebagai gerakan hidup.
“Kita menjaga alam, maka alam akan menjaga kita. Penghijauan harus menjadi kesadaran kolektif untuk mencegah bencana serta menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman,” tegasnya.
Ketua JATUBU Wonosobo, Abdul Ghoni, menjelaskan bahwa program lingkungan hidup ini menyiapkan 63.000 bibit yang ditanam secara bertahap. Pada kegiatan seremonial, sebanyak 23.000 bibit ditanam di Desa Burat, dengan jenis tanaman meliputi beringin, alpukat, dan kopi.
“Target kami lima tahun ke depan mencapai satu juta pohon. Tidak hanya menanam, tetapi juga memastikan tanaman tumbuh dan terawat,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, seluruh pihak berharap kesadaran menjaga kelestarian alam semakin meningkat, sekaligus menjadi langkah nyata mitigasi perubahan iklim serta pelestarian lingkungan hidup di Kabupaten Wonosobo. Semangat Bersatu dengan Alam untuk Indonesia Hijau menjadi dasar kebersamaan dalam mewujudkan masa depan yang lebih lestari.
Editor : Aris