
KEDU UTARA, PERHUTANI (28/11/2025) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara bersama PT Tambi dan tiga Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) pemanfaatan lahan di bawah tegakan untuk budidaya tanaman teh. Penandatanganan berlangsung di Kantor KPH Kedu Utara, Jumat (28/11).
Tiga LMDH yang terlibat dalam kerja sama tersebut adalah LMDH Sumbing Jaya Desa Pulosaren, LMDH Tegal Arum Desa Tlogojati, serta LMDH Bina Kasih Desa Damarkasiyan, yang seluruhnya berada di wilayah Kabupaten Wonosobo. Kolaborasi tripartit ini memperkuat peran Perhutani sebagai pengelola kawasan hutan, PT Tambi sebagai mitra usaha, dan masyarakat desa hutan sebagai pelaksana kegiatan budidaya di lapangan.
Administratur KPH Kedu Utara, Andrie Syailendra, menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan upaya nyata dalam mengoptimalkan fungsi kawasan hutan yang tetap berlandaskan prinsip kelestarian.
“Kerja sama ini kami dorong sebagai langkah pemberdayaan masyarakat desa hutan melalui pemanfaatan lahan secara produktif. Kami berharap seluruh pihak dapat menjalankannya secara konsisten dan bertanggung jawab,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa tanaman teh sangat cocok dikembangkan di bawah tegakan hutan, sehingga tetap menjaga fungsi ekologis kawasan hutan sekaligus memberikan manfaat ekonomi jangka panjang.
Direktur PT Tambi Wonosobo, Suwito, menyambut positif sinergi tersebut dan berharap peningkatan produksi teh dapat berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Budidaya teh di bawah tegakan memiliki potensi besar untuk dikembangkan secara berkelanjutan. Dengan dukungan Perhutani dan semangat LMDH, kami optimistis hasil yang dicapai akan semakin baik,” ungkapnya.
Ketua LMDH Sumbing Jaya, Susanto, mewakili LMDH lainnya menyampaikan komitmen untuk menjalankan kerja sama sesuai PKS yang telah disepakati.
“Program ini membuka peluang usaha dan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar hutan. Kami berharap pendampingan dari Perhutani dan PT Tambi terus berlanjut agar hasil yang dicapai maksimal,” ujarnya.
Acara ditutup dengan penyerahan dokumen kerja sama dan foto bersama sebagai simbol dimulainya implementasi program di lapangan.
Melalui kemitraan ini, Perhutani berharap tercipta pengelolaan hutan yang produktif, lestari, dan memberikan dampak positif bagi peningkatan ekonomi masyarakat desa hutan di wilayah KPH Kedu Utara.