
BANYUMAS BARAT, PERHUTANI (03/12/2025) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Barat ikut berpartisipasi dalam Sosialisasi Kajian Risiko Rencana Tahun 2025–2029 yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Banyumas di Smart Room, Kantor Pemerintah Daerah Kabupaten Banyumas, Purwokerto, pada Rabu (03/12). Kegiatan dihadiri unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda), perwakilan BUMN/BUMD, serta perangkat daerah se-Kabupaten Banyumas.
Perhutani Banyumas Barat diwakili Kepala Seksi Lingkungan dan K3L, Adi Kusbiyanto, mewakili Administratur Yohanes Eka Cahyadi. Kehadiran ini sebagai bentuk dukungan terhadap upaya Pemerintah Daerah dalam menyusun strategi antisipasi potensi risiko bencana selama lima tahun ke depan.
Acara dibuka oleh Kepala BPBD Kabupaten Banyumas, Dwi Irawan Sukma, yang menekankan pentingnya kajian risiko sebagai dasar perencanaan pembangunan berbasis mitigasi bencana. “Kajian Risiko Bencana menjadi panduan teknis dan referensi utama dalam menyusun rencana kontinjensi serta kebijakan pembangunan yang adaptif dan tangguh,” ujarnya.
Kegiatan ini juga dihadiri Kapolresta Banyumas, Ari Wibowo; Dandim 0701 Banyumas, Letkol Inf Edward Samosir; Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Budi Nugroho; serta para kepala dinas, camat, dan perwakilan BUMN/BUMD.
Adi Kusbiyanto menyampaikan dukungan penuh Perhutani, terutama karena sebagian besar wilayah Banyumas memiliki kawasan hutan yang rawan bencana, seperti tanah longsor dan kekeringan. “Perhutani siap berkolaborasi menyediakan data spasial dan kondisi hutan untuk mendukung kajian risiko. Kawasan hutan harus menjadi bagian integral strategi mitigasi demi keseimbangan lingkungan,” jelasnya.
Kegiatan ditutup dengan pemaparan teknis tim penyusun kajian risiko dan sesi tanya jawab, diharapkan menghasilkan dokumen komprehensif sebagai acuan pembangunan berwawasan mitigasi bencana di Banyumas.
Editor : Aris