
PEMALANG, PERHUTANI (27/11/2025) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pemalang menjalin kolaborasi dengan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) untuk pengembangan tanaman tebu sebagai bagian dari upaya mendukung program ketahanan pangan nasional.
Pengembangan tebu dilakukan di lahan hutan petak 138c Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Karangasem, wilayah Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Bantarsari. Kerja sama operasional ini mencakup lahan seluas 10,5 hektare yang dikelola bersama di beberapa titik kawasan hutan Pemalang.
Seluruh hasil panen nantinya akan dipasok ke Pabrik Gula (PG) Sragi sebagai bentuk dukungan terhadap swasembada pangan, khususnya gula nasional.
Kepala Seksi Pengelolaan Sumber Daya Hutan (PSDH) Perhutani KPH Pemalang, Widodo, menyampaikan bahwa sinergi ini menjadi langkah strategis dalam optimalisasi pemanfaatan lahan melalui pola Agroforestry Tebu Mandiri.
“Selain meningkatkan produktivitas lahan, kerja sama ini juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar melalui penyerapan tenaga kerja,” jelasnya, Rabu (26/11/2025).
Perhutani optimistis program ini dapat memperkuat hubungan kemitraan antara perusahaan, pemerintah desa, dan masyarakat. Selain mendukung ketahanan pangan, kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan warga desa sekitar hutan dan menekan angka urbanisasi.
Dukungan juga datang dari Pemerintah Desa Kebon Gede. Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat (Kasi Kesra), Munawir, mengapresiasi langkah Perhutani dan SGN yang dinilai membawa manfaat nyata.
“Kami menyambut baik kerja sama ini. Selain membantu pemerintah dalam swasembada pangan, program ini membuka lapangan pekerjaan bagi warga kami,” ujarnya.
Manfaat tersebut sudah dirasakan masyarakat. Salah satu warga, Adul Kholik, mengaku terbantu dengan adanya peluang kerja di kampung halaman.
“Dengan adanya penanaman tebu, warga bisa bekerja di desa sendiri tanpa harus merantau, dan penghasilan pun bertambah,” tuturnya.
Editor : Aris